Pengalaman menggunakan NoSQL: Dulu Pakai MongoDB dan Sekarang Pindah ke Cassandra

Posted on Updated on

nosql - diagram

Gue cuma mau sharing sedikit dan to the point saja.

(sampai saat tulisan ini ditulis)

Kalau pengen pake NoSQL dan nantinya banyak melakukan UPSERT (INSERT OR UPDATE) atau keperluan write intensive lain-nya dengan frekuensi data rate yg bisa dibilang lumayan tinggi, maka gue sarankan JANGAN menggunakan MongoDB.

Why? Karena nanti database dan collections anda akan locking. MongoDB TIDAK support concurrent read dan write, locking -nya ada di level collections (bukan di level document/row).

Solusinya? Gunakan Cassandra. Cassandra cocok banget buat keperluan highly concurrent write tanpa mengganggu kebutuhan untuk read data.

NOTES! Gue gak bilang Cassandra lebih bagus dari pada MongoDB secara general ya! Inti dari tulisan ini cuma mau ngasih tau bahwa kita harus pilih2 teknologi NoSQL yang tepat sesuai fungsi dan kebutuhan kita.

Contohnya: untuk write-intensive application, Cassandra pasti akan perform lebih bagus dari pada MongoDB. Sedangkan untuk read-intensive, secara garis besar MongoDB akan perform lebih bagus dari pada Cassandra!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s